Tutorial Membuat Efek Dispersion

Tutorial Membuat Efek Dispersion

   Asssalamu’alaikum wa’rohmatuulahi wabarokatuh. Selamat siang sobat, kembali lagi di kelas desain.com, di mana kami akan membahas semua tuntas tentang dunia desain Grafis.

Di sini kami akan membahas artikel tentang “ Efek Dispersion” dengan menggunakan aplikasi Photoshop. Dispersion sendiri memaliki arti “penyebaran” dalam Bahasa Indonesia. Jadi dapat disimpulkan bahwa efek ini memanipulasi foto seperti tertiup angin. Gitu. Jadi bahan yang di perlukan dalam tutorial ini hanya foto, computer, kopi (kalo ada), udah itu aja.

Lanjut!

Pertama kali yang di perlukan dalam tutorial kali ini adalah membuka aplikasi Adobe Photoshop punya kalian, Photoshop yang kami gunakan adalah Photoshop CS 5. Kemudian masukan foto kalian yang ingin kalian edit.

Fokus aja ke yang depan, jangan liat yang di belakangnya.

   Lanjut!, dalam tahap ini kita akan mulai memisahkan objek dengan background. Caranya, pilih Quick Selection Tool kemudian pilih Add to selection pada Option Bar seperti gambar dibawah ini.

Seleksi pada bagian luar objek. Disini objeknya adalah yang berbaju merah, bukan yang ada di belakangnya. 😛

Nah jika sudah terseleksi, pada menu Select pilih Inverse. Artinya membalikkan seleksi, jadi yang terseleksi bukan background, tapi objeknya.

Nah karena seleksinya belum rapih. Kami bakalan kasih trik. Trik yang satu ini sangat memudahkan kita untuk menyeleksi bagian yang sulit diseleksi, contohnya seperti rambut. Caranya, tekan Refine Edge pada option bar.

Maka akan muncul jendela baru, lalu ubahlah view mode-nya menjadi Overlay. Kemudian centang pada kotak Smart Radius. Atur kekuatan radiusnya menjadi 2.0 ( Bisa diatur sendiri sesuai resolusi ).

     

Jika sudah, pilih Refine Radius Tool ( yang ada di samping kiri, yang bentuknya seperti brush ). Usapkan pada bagian ujung – ujung rambut yang belum terseleksi atau yang seleksinya berantakan.

Jika sudah tekan OK. Kemudian tekan Ctrl + J untuk menduplikat, sehingga objek akan memiliki layer sendiri tanpa background.

Penampakan pada jendela layer. Objek akan terpisah dengan background.

Nah sekarang kita akan membuat dokumen baru supaya resolusinya agak kecilan. Tekan Ctrl + N atau dengan pilih menu File > New. Ubah size nya menjadi Clipboard biar nanti ukurannya sama dengan layar desktop kamu. Bisa langsung dijadiin wallpaper lah 😀

Drag layer objek yang sudah tidak ada background tadi ke dalam dokumen baru.

Sesuaikan ukuran gambar dengan area kerja. Kalo misalkan kebesaran, tekan Ctrl + T atau dengan memilih menu Edit > Free Transform, kemudian tarik salah satu sisinya sambil menekan tombol Shift agar bentuk objek proporsional. Jika sudah pas, tekan Enter.

Duplikat layer menjadi 2. Tekan Ctrl + J atau dengan mengklik kanan pada layer 1 kemudian pilih Duplicate Layer.

Fokus pada layer 1, pilih menu Filter > Liquify atau dengan menekan Ctrl + Shift + X.

       

Nah fungsi dari Liquify ini adalah mengubah bentuk objek. Disini kita akan mengubah bentuk objek menjadi full ke kanan. Jadi kita bakal narik setengah badan objek menggunakan Wrap Tool yang nantinya bagian itu bakalan kita edit lagi menjadi partikel hancuran gitu deh. Ribet amat ya ngejelasinnya.

        

Tentukan dulu bagian mana yang ingin diberi efek dispersion nya. Jika sudah, siapkan Wrap Tool nya. Nah mulailah menarik bagian – bagian yang sudah kalian tentukan. Disini gue akan menarik badan bagian kanan yang nantinya bakalan gue edit menjadi partikel – partikel kecil.

   Tenang saja. Jangan takut. Penampakan ini nantinya ngga bakal kelihatan, kok.

Jika sudah, tekan OK! Lanjut, tetap pada layer 1 kemudian tekan icon Add Layer Mask yang berada di bawah jendela layer.

Langkah selanjutnya!

Fill layer mask dengan warna hitam. Oiya, fungsi dari layer mask sendiri adalah menutupi layer utama. Jadi semacam topeng gitu. Jika warna layer mask-nya putih berarti layer utama tidak tertutup topeng. Sebaliknya, jika warna layer-nya hitam berarti layer utama lagi tertutup topeng. Paham kan?

Lanjut. Fill layer mask dengan menggunakan Paint Bucket Tool. Sebelumnya ubah dulu warna foreground menjadi warna hitam.

    

Lihat? Gambar layer 1 tiba – tiba menghilang dengan sendirinya. Wow! Seperti sosok gebetan yang tiba – tiba menghilang, eh taunya udah jadian sama yang lain. Cieeeh jomblo, kita sih nggak :p tapi LDR :’)

   Lanjut mblo!

Nah sekarang Layer 1 copy ( kebiasaan ngga diganti dulu nama layernya :’D ) yang diberi layer mask. Caranya sama seperti tadi cuman kali ini layer mask-nya ngga usah diberi fill.

 

Oke. Kali ini kita akan membuat brush dengan bentuk yang kita buat sendiri. Keren bukan? Keren dong! Padahal biasa aja.

Intinya kita akan membuat brush yang bentuknya seperti partikel – partikel kecil gitu. Yang nantinya akan jadi efek dispersion.

Oke yang pertama, buat layer baru dengan cara klik pada icon Add new layer yang berada dibawah jendela layer. Atau dengan menekan tombol Ctrl + Shift + N pada keyboard.

Pada toolbar pilih Polygon toll, kemudian atur option bar nya seperti gambar dibawah ini.

Buatlah sebuah path segitiga pada area kerja, jangan terlalu besar. Kemudian klik kanan lalu pilih Make Selection.

Maka akan muncul garis seleksi, itu garis yang bergerak – gerak. Nah selanjutnya pilih Paint Bucket Tool lalu atur foregroundnya menjadi hitam. Baru kemudian fill pada bagian dalam segitiga tadi.

Pilih Edit > Define Brush Preset maka akan muncul jendela brush, ubah namanya menjadi Triangle.

 

Haahh.. Selesai sudah membuat brush nya. Panjang banget ya tutrial ini. 🙂

  Lanjut bang!

Nah jika sudah tekan OK, tekan Ctrl + D untuk menghilangkan path seleksi yang aktif tadi. Kemudian hapus layer 2 dengan menekan tombol delete atau mengklik icon delete pada bagian bawah jendela layer.

Pilih Brush Tool pada tollbar, lalu pilih brush Triangle yang sudah kita buat tadi.

Pilih Brush panel yang berada disamping Brush preset picker atau dengan menekan F5. Maka akan muncul jendela baru, buat ngatur brush gitu deh. Nah atur Brush panel kalian sama seperti gambar dibawah ini.

       

Jika sudah, langsung saja eksekusi. Atur brush dan warna foregroundnya terlebih dahulu.

Nah untuk yang ini kita eksekusi layer 1 nya dulu. Klik pada layer mask yang berwarna hitam. Klik pada kotak layer mask nya, yang berwarna hitam bukan layer utama yang ada gambarnya.

Ingat!

Lalu mulai lah mengusap pada bagian yang ingin diberikan efek dispersion, seperti gambar dibawah ini.

Harus teliti dan perlahan agar terlihat rapih. Jika kiranya sudah cukup, fokus pada Layer mask berwarna putih. Atur foregroundnya menjadi warna hitam. Lalu usapkan pada bagian yang ingin diberi efek dispersion seperti gambar dibawah ini.

Sudah selesai nih 🙂 Untuk selanjutnya kalian bisa kreasikan sendiri, mungkin ditambahkan background atau typography, terserah kalian! Selamat berkreasi 😀

Oiya satu lagi, sekarang kami lagi buka usaha kecil – kecilan yaitu Jasa Pembuatan dan Desain kaos. Nah buat kalian yang berminat, silahkan kontak kami di e-mail kami : faisaladibul31@gmail.com

Jika kalian masih bingung, silahkan Tanya di kolom komentar. 🙂