Tips memilih warna dalam desain logo

0
198

Warna sejak lama diketahui bisa memberikan pengaruh terhadap psikologi, emosi serta cara bertindak manusia. Warna juga menjadi bentuk komunikasi non verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan dan lebih bermakna yang sering digunakan para marketer atau komunikasi visual yang handal untuk tujuan branding, sales/penjualan serta marketing perusahaan. Misalnya warna merah berarti gagah atau putih yang dikaitkan dengan kesucian pada pembuatan logo perusahaan.

 

 

1. KONSEP DESAIN
Tentukan terlebih dahulu konsep dalam perancangan karya desain Anda, sehingga dengan begitu dapat mulai dianalisa apakah membutuhkan warna lembut, kontras, redup, colourfull, monokrom atau variasi warna yang lain. Dalam sebuah perancangan grafis tentu setiap ide akan mengarah pada bentuk visual yang mewakilinya. Maka terjemahkan dengan baik konsep yang mau diangkat sehingga aakn melahirkan keputsan tepat dalam memilih warna. Karya desain untuk produk perawatan kulit bayi akan memilih nuansa warna-warna lembut, untuk menggambarkan kulit bayi yang lembut.

2. AUDIENS
Setiap audiens akan memiliki karakter yang khusus. Hal ini dikarenakan setiap latar belakang lingkungan audiens akan mempengaruhi selera akan suatu citra visual. Oleh karena itu memperhatikan siapa audiens yang akan menikmati karya grafis adalah salah satu hal mutlak yang harus di ketahui. Audiens anak muda, bayi, dewasa akan memiliki pengaruh warna yang berbeda.  Orang dengan hobi musik keras dengan musik pop juga akan memiliki selera warna yang berbeda. Warna pastel digunakan untuk produk yang berhubungan dengan karakter audiens yang tidak suka aktivitas keras, sedangkan warna-warna gelap dan kuat sangat tepat digunakan untuk produk yang berhubungan dengan karakter audiens yang keras dan kuat.

3. KONTRAS
Setiap warna memiliki kekuatan. Bahkan warna putihpun juga memiliki kekuatan apabila digunakan dengan warna gelap. Oleh karena itu pilihlah kontras warna yang tepat supaya sebuah karya desain memiliki daya tarik visual yang baik. Tanpa kontras yang baik maka audiens akan kesulitasn untuk membedakan mana fokus utama dan mana yang harus dikesampingkan. Seringkali kontras digunakan untuk memberikan level informasi sehingga tidak semua informasi salaing menonjol. Level informasi tertinggi diberikan porsi yang paling kuat, dan yang tidak utama diberi kontras yang agak lemah.

4. SELEKSI WARNA
Membuat Desain yang menarik tidak serta merta harus menggunakan seluruh warna yang ada di colorchart. Seleksi warna-warna yang tepat yang akan digunakan. apabila perlu, pilihlah 1-2 warna utama untuk digunakan sebagai warna yang dominan. Apabila akan menggunakan banyak warna supaya kelihatan colourfull, kembali lagi harus dipertimbangkan pada konsep/ ide dari sebuah karya. Jangan sampai karena ingin berksperimen malah membuat karya grafis menjadi “wajah ondel-ondel” yang penuh dengan kosmetik belepotan.

5. IRAMA
Penggunaan warna akan lebih elegan jika mampu membangun irama yang baik disandingkan dengan ilustrasi, tulisan dan tata letak. memilih warna tidak hanya sekedar menjadi bagian terpisah dan mandiri dari sebuah karya grafis, melainkan juga merupakan kesatuan irama dari pemilihan huruf, ilustrasi, dan tata letak. Dengan memperhatikan berbagai elemen desain tersebut, maka kesinergian prinsip-prinsip desain akan mengoptimalkan karya desain itu sendiri.

sekian artikel dari saya,semoga bermanfaat,,

Leave a Reply