Teori Warna dalam Dunia Desain Grafis

0
92
teori warna dalam dunia desain grafis

oke kembali lagi dengan saya orang paling ganteng (kata ibu saya) dari U.S.A (Urang Sunda Asli), kali ini saya akan menjelaskan tentang teori warna. karna warna sangat penting sekali bagi seorang desainer grafis sebagai daya tarik sebuah karya dan barangkali masih ada yang belum tahu tentang warna. Cau langsung aja kita ke TKP.

Warna adalah salah satu daya tarik dalam Dunia Desain Grafis, dimana warna – warna yang bagus akan menghasilkan kenyamanan tersendiri bagi mata yang melihatnya. Warna pada dasarnya adalah suatu cahaya yang dipantulkan dari suatu objek ke mata manusia. Hal ini menyebabkan kerucut-kerucut warna pada retina bereaksi, Sehingga terjadinya gejala warna pada objek-objek yang dilihat sehingga dapat mengubah persepsi manusia (Junaedi, 2003: h.14). Warna bersifat subjektif karena warna memiliki hubungan yang sangat kuat dengan setiap individu yang melihatnya. Lebih lanjut J. Linschoten dan Drs. Mansyur menguraikan bahwa warna-warna bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna juga mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian atau menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda.

Pengelompokan Warna

Sir David Brewster membagi warna menjadi tiga kelompok warna, yaitu warna primer, warna sekunder dan warna tersier, dengan penjelasan sebagai berikut (Adi Kusrianto, 2007: h.48):

  1. Warna primer adalah warna yang menjadi pedoman setiap orang untuk menggunakannya,

yaitu warna merah, kuning dan biru.

warna primer

 

 

 

2.Warna sekunder merupakan percampuran antara warna primer:

warna sekunder

Merah + Biru = ungu/violet

Merah + Kuning = oranye/jingga

Kuning + Biru = hijau

 

3.Warna tersier merupakan percampuran antara warna sekunder dengan primer.

tersier

 

Dimensi Warna

Menurut Edith Anderson Feisner (seperti dikutip Hosana, 2006), setiap warna memiliki 4 dimensi, yaitu:

  1. Hue. Istilah untuk menunjukan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dan warna

lainnya.

  1. Value. Dimensi kedua dari suatu warna yang berkaitan dengan terang gelapnya warna.

Contohnya adalah tingkatan warna dari putih ke hitam.

  1. Intensity. Sering juga disebut chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah

atau suramnya warna.

  1. Temperature. Dimensi yang berhubungan dengan panas dinginnya suatu warna.

Saat ini terdapat beberapa sistem warna yaitu, CMYK atau Process Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System. Di antara bermacam sistem warna yang telah disebutkan, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang membagi

warna dasarnya menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronik.

Karakter Warna

Junaedi (2003) menjelaskan bahwa sifat warna dapat digolongkan menjadi dua golongan diantaranya:

Warna panas: yang termasuk warna panas adalah keluarga merah atau jingga yang memiliki sifat dan pengaruh hangat segar atau menyenangkan, merangsang dan bergairah.

Contoh warna Panas

warna panasWarna dingin: yang termasuk warna dingin adalah kelompok biru atau hijau yang memiliki sifat dan pengaruh sunyi, tenang, makin tua makin gelap arahnya makin tenggelam dan depresi. Warna dingin bila digunakan untuk mewarnai ruangan akan memberikan ilusi jarak, akan terasa tenggelam atau mundur. Sebaliknya warna hangat terutama merah akan terasa seolah-olah maju dekat ke mata, memberikan kesan jarak yang lebih pendek.

Contoh warna dingin

contoh warna dinginSecara ilmiah pengertian warna merupakan gelombang elektromagnetik yang menuju ke mata kita dan kemudian diterjemahkan oleh otak sebagai warna. Dengan kata lain arti warna adalah juga sesuatu yang berhubungan dengan emosi manusia dan dapat menimbulkan pengaruh psikologis.

Sean Adams (seperti dikutip Ramanda, 2011) menjelaskan beberapa sifat dan kesan yang ditimbulkan oleh warna, yaitu sebagai berikut:

  1. Merah: Hasrat, perhentian, amarah, perkelahian, cinta, berani, kuat, kehangatan, tanda peringatan dan darah.
  2. Kuning: Kegembiraan, kecerdasan, peringatan, bersinar, pengecut dan muda.
  3. Hijau: Kesuburan, kesegaran, sejuk, menenangkan, alami, uang, kesehatan, kesuksesan, pertumbuhan.
  4. Putih: Kesempurnaan, kesucian, pernikahan, bersih, kebaikan.
  5. Biru: Pengetahuan, langit, laut, menenangkan pikiran, nyaman, tenang, damai dan dingin.
  6. Hitam: Ketakutan, misteri, kegelapan, tegas kuat, negatif, kematian, kejahatan, kerahasiaan.
  7. Ungu: Mewah, janda, kebijaksanaan, kerohanian, imajinasi.
  8. Jingga: Kreatifitaskeceriaan, kehangatan, kehidupan, unik, energi.
  9. Abu-abu: Netral, elegan, tidak berpihak, bimbang, ragu-ragu, samar.

Nah itulah penjelasan sedikit tentang teori warna dunia desain grafis, mungkin sekian saja artikel ini semoga bisa bermanfaat bagi yang membacanya.

Info : terima jasa desain grafis. Hub Rofinurdin1998@gmail.com/kelasdesain.com

Leave a Reply