Teknik layouting

Imagine Dragons-banner2sm

Teknik layout adalah teknik penempatan gambar dan tulisan agar mudah dibaca dan menarik untuk dilihat. Hari ini layout atau setting menjadi suatu yang penting karena didalamnya terdapat kekuatan yang tidak disadari dan membius pembaca kedalam suatu tulisan. layoting juga termasuk dalam pengaturan pemilihan huruf (jenis dan ukuran), tata letak,  ilustrasi (grafik,foto,dan visualisasi lainnya.

Tujuan

Lay out sendiri bertujuan untuk “sell the news” (menawarkan/menjual berita, menentukan rangking berita, membimbing para pembaca, akan hal-hal yang harus dibaca lebih dahulu). Untuk memiliki berita, menentukan juga daya tarik setiap halaman, bagaimana isi setiap halaman itu. Misalnya, dari berita yang terpenting, menurun pada berita kurang penting

Jenis Lay Out

Pertama, SYMITRICAL LAYOUT: disebut juga foundry/vertical lay-out, karena seperti jemuran, letak berita-beritanya seimbang. Tentu saja kelihatan stasis dan kolot, karena dari hard ke hard bentangannya tetap saja. Lay out seperti ini digunakan oleh The New York Time.

Kedua, INFORMAL BALANCE LAY-OUT: banyak dipakai oleh banyak suratkabar, karena mengarah kepada kesempurnaan suatu keseimbangan. Foto yang hitam akan lebih balk jika diletakkan di kanan atas halaman, dan akan kelihatan berat, kalau diletakkan di bagian bawah halaman.

Ketiga, QUADRAT LAY-OUT atau tata-rias segi empat: sangat baik untuk suratkabar yang akan dijual di pinggir jalan secara eceran, karena koran akan berlipat empat, dan pada seperempat bagian yang tampak itu akan diperlihatkan berita-berita penting dan menarik.

Keempat, BRACE LAY-OUT: menonjolkan suatu berita besar. Lay out seperti ini sering menggunakan “Banner Headline”, judul panjang. Berita penting ditempatkan di sebelah kanan suratkabar, sehingga mengikat pandangan pembaca ke sana. Kemudian judul lain di sebelah kiri, dan sebelah kanan lagi.

Kelima, CIRCUS LAY-OUT: tata-rias karnaval, karena ramainya halaman depan. Semua judul berita dipamerkan di halaman pertama, isinya di halaman lain. Contoh seperti ini adalah Pos Kota (Jakarta), atau koran-koran mingguan.

Keenam, HORIZONTAL LAY-OUT: tata-rias mendatar. judul berita dibuat mendatar, dengan berita yang tidak terlalu panjang.

Ketujuh, FUNCTION LAY-OUT, tata-rias yang setiap hard berubah, bergantung kepada perkembangan dan isi berita hard itu. Bila terjadi hal-hal luar biasa, sering dipakai apa yang disebut “skyline heads”. Jadi ada gejala pemindahan nama tempat nama suratkabar itu sendiri.
Lay out seperti ini sering juga dipakai oleh koran-koran Mingguan terbitan Jakarta.

  • Hal yang perlu diperhatikan
  1. Lay out hendaknya mengikuti kebiasaan arah mata berputar, yakni dari kiri ke kanan.
  2. Iklan hendaknya jangan diletakkan di halaman depan.

  3. Gambar yang baik, yang ada aksinya. Hindari memuat pasfoto. Karena dengan foto aksi (action) seolah-olah pembaca bertatap muka dengan orang bersangkutan.

  4. Gambar hendaknya jangan di sebelah kiri halaman.

  5. Fungsi foto, sama dengan headline. Foto mempunyai fungsi yang penting dalam lay out.

  6. Gambar jangan bertumpuk. Kalau mau banyak, dapat diletakkan di halaman dalam atau bersambung ke halaman lain.

  7. Kalau suratkabarnya berwarna, jangan terlalu banyak menampilkan warna. Sebaiknya pelajari bahasa warna atau mengangkat seorang seniman yang mengerti arti warna.

  8. Berita ditulis bukan untuk menyenangkan sumber berita, tetapi untuk kepentingan pembaca

berikut sedikit penjelasan secara singkat tentang pengertian layout… disini betapa pentingnya sebuah layouting dalam mendesain bahkan bisa dikatakan vital dari sebuah desain adalah layouting.