Perbedaan Flat design dan Metro Design

Seiring dengan perkembangan teknologi, design pun merupakan hal yang penting agar sebuah produk semakin menarik. Nah , kalau dilihat dari segi design, banyak desainer menggunakan “Metro Design”  atau “Flat Design”. Kalau di lihat sekilas metro design dan flat design terlihat sama tetapi sebenarnya berbeda. Mari kita bahas satu persatu :

1. Flat Design

Flat Design sangat bermain dengan warna. Peran warna dalam flat design ini sangat penting sekali. Dengan memilih warna yang pas dengan tema yang digunakan dalam desain sangat membantu sekali dalam membentuk flat design yang indah dan terlihat cantik. Salah satu efektifitas dalam merancang Flat Design adalah penggunaan logo yang simple dengan 1 warna dan penerapannya pun antara konten dan logo desain harus sesuai konsep baik warna maupun bentuk. Untuk masalah konten dalam design ini mempunyai konten yang simple dengan desain yang simple dan tidak ramai. Namun penggunaan typografi dengan flat design ini sangat penting. Dengan menhindari warna warna hitam dan putih sebagai bawaan adalah syarat penting dalam design flat. Teknik flat design ini adalah tehnik desain yang sangat minimalis.  Contoh dari flat design :

flat-design-office-desk-02-preview-o how-to-incorporate-flat-design7 balloon

 

2. Metro Design

Fokus design utama dalam metro adalah meningkatkan penggunaan pembaca dan pengamat dengan menampilkan desain yang rapi dan lebih menarik. Di metro design ini lebih mengandalkan dengan design yang mengandalkan banyaknya grid layout yang simple dan pengunaan typografi sans-serif. Metro tidak hanya focus pada gambar dan bentuk yang mencolok. Metro juga focus pada penggunaan konten bahkan focus dengan keperluan navigasi juga. Metro UI termasuk design yang sukses hingga dia memikat jutaan orang di dunia ini yang telah menggunakan design dengan konsep metro. Contoh dari Metro Design :

MTI5MDI1NzYxMzQ3ODkxMTcwjoomla-metro-template-06

Original Post : http://blog.neotelemetri.com