Pelajaran Pak Pri S

Figurnya adalah inspirasi. Ia juga teladan bagi beratus murid dan sejawat. Pemikiran, Karya, Dan Pendapatnya tak hanya berpengaruh besar bagi perkembangan desain, tapi jugabagi para persona yang beruntung pernah berbincang dengannya. ‘Pri S’, demikian ia di kenal. Priyanto Sunarto nama lengkapnya.

sebagai orang yang di tuakan, Pak Pri sering memberi petuah kepada orang orang di sekitarnya. Petuahnya bisa dibilang begitu mengena dan sangat sulit di lupakan. ya mungkin petuahnya akan diterima berbeda oleh masing masing orang. namun pak pri memberi teladan dengan sikap dan respek. Kedua hal itu yang memotivasi dan mengingatkan setiap pikiran dan perasaan yang dijamah agar tetap rendah hati dan selalu bersemangat untuk bermain.

ini mungkin kata kata atau karya pak pri yang selalu berkesan di pikiran saya.

—

“Kita bisa belajar dari siapa saja”

terus terang, arogansi bukan bagian dari pak tri sama sekali.karena ia selalu bersemangat belajar dari siapa saja.. Beliau juga sering memuji jika ada karya orang yang bagus dan menceritakannya.

—

“Coba dulu baru bilang nggak bisa”

Cara Pak Pri berkomunikasi cukup ceplas-ceplos, sehingga jika ada kekurangan beliau tidak sungkan mengungkapkan. Meski demikian, ia juga amat paham insekuritas dan rasa kurang percaya diri manusia. Cara beliau untuk memberi semangat adalah menantang kita untuk mencoba.

—

“Ah, kurang nakal.”

“Nakal” di sini berarti mencoba pemikiran yang berbeda dari kalangan awam dan eksplorasi yang melampaui kebiasaan yang sudah ada. Pak Pri amat menghargai karya desain yang nakal, terlihat dari bungkus rokok dan label yang beliau koleksi dari seluruh Indonesia sejak era ‘70-an. Ia menyenangi sisi humor dan keunikan setiap daerah yang terlihat dari pemilihan kata dan gambar desain.

 

Lettering: Berti Alia

“Coba lebih kritis!”

Melirik kartun-kartun Pak Pri yang dimuat di majalah TEMPO, tentu kita dapat melihat sensitivitas politiknya. Hasil karya pak Pri selalu jujur dan tampak tengil, sesuai dengan karakternya. Menurut Pak Pri, sebagai desainer grafis, kita harus tetap memiliki sikap dalam kelangsungan negara. Kita sebagai desainer dan perupa dapat membantu membuat masyarakat melek akan kejanggalan dan ketidakadilan yang terjadi di sekitar kita. Pak Pri melakukannya melalui media kartun. Kita juga dapat melanjutkannya sesuai dengan kemampuan masing- masing.

Lettering: Berti Alia

“Jangan takut norak!”

Perkembangan media sosial mempermudah arus komunikasi untuk memajang dan menghakimi karya. Fenomena ini membangun kekakuan dan gengsi di kalangan desainer. Menurut Pak Pri, banyak mahasiswa dan desainer handal yang masih takut karya mereka dianggap norak, terutama oleh sesama desainer. Sehingga, mereka banyak desainer yang terjebak tren dan formula lama yang dianggap pasti langsung tokcer.

Lettering: Berti Alia

“Terus bermain!”

Bermain membuat kita senang dan lebih ingin tahu untuk mencoba hal baru tanpa beban. Saat bermain, hati kita senang dan pikiran kita tersegarkan. Pola pikir ini yang sering disarankan Pak Pri untuk calon dan para desainer saat berkarya. Selain itu, kata ‘bermain’ membuat desainer merasa senang saat menggarap dan bereksplorasi.

Sejujurnya nasihat-nasihat beliau cukup menantang dan mudah diingat. diselingi dengan celetukan tengil beliau yang sebenarnya mengandung petuah dan penyemangat bijak.

Selamat lanjut bermain di surga, Pak.

 

 

 

 

 

 

disadur dari http://dgi.or.id/