Definisi Brainstorming dan Kaitannya Dengan Desain Grafis

ilustrasi oleh : Rizal Nur Ramadhany
ilustrasi oleh : Rizal Nur Ramadhany
ilustrasi oleh : Rizal Nur Ramadhany

Brainstorming? Perlukah dalam dunia desain grafis?

Apa definisi dari Brainstorming ? perlukah kita melakukan Brainstorming?

Oke Sob, brainstorming sendiri adalah cara bagaimana kita memunculkan  ide-ide untuk menyelesaikan suatu permasalahan, dengan cara mendorong anggota kelompok untuk saling berbagi ide dengan didukung oleh kritik dan saran dari anggota lainnya.

Dalam mengembangkan ide-ide baru, apalagi sekarang kita berada di eranya Perusahaan Startup, Brainstorming menjadi salah satu cara untuk mengembangkan ide-ide yang ingin diciptakan.

Brainstorming sendiri memilki fleksibilitas nih Sob, contohnya saja banyak pelaku bisnis / perusahaan yang menggunakan sistem Brainstorming, misalkan dalam kegiatan meeting, bisa juga kita temukan pada Universitas-universitas, hingga dalam mempersiapkan sebuah karyapun kita masih menggunakan Brainstorming.

Tidak hanya sebatas digunakan dalam sebuah kelompok besar, Brainstorming bisa digunakan dalam kelompok kecil bahkan individu.

Sejarah Brainstorming ada pada tahun 1941, yang telah dikembangkan oleh Alex Osborn. Namun yang menariknya istilah Brainstorming ini justru relative masih baru Sob.

Yang lebih menariknya lagi, Alex Osborn selaku eksekutif periklanan menggunakan sistem kreatifias dalam bisnis yang dijalankan, dan Alex Osborn sempat berpendapat bahwa “Tidak hanya di dalam bisnis namun dalam setiap lii, kualitas kepemimpinan tergantung pada kekuatan kreatif”.

Selain hal tersebut Alex Osborn juga berpendapat kalau kreatifitas pada jaman dulu sering dipadamkan dalam dunia bisnis karena hanya sedikit saja orang yang bisa membuat ide dan orang-orang lebih cepat untuk mengkritik dan menilai ide inovatif dalam berproses, alias buah manga yang belum mateng udah di petik aja.

Ada lagi nih yang menarik dari kata-kata Alex Osborn, dia percaya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk kreatif, dan mempelajari skill kreatif nih Sob..

Ada 4 pendapat Alex Osborn dalam upaya mengatasi batasan dalam Brainstorming dan meningkatkan kreatifitas karyawannya :

  • Tidak boleh ada kritik ide
  • Cari jumlah ide yang besar
  • Bangun pada tiap ide lainnya
  • Dorong ide yang liar dan berlebihan
ilustrasi oleh : Rizal Nur Ramadhany
ilustrasi oleh : Rizal Nur Ramadhany

Proses Brainstorming Masuk Kedalam Ide Yang Besar

Kita pasti sering beranggapan bahwa Brainstorming itu hal yang biasa-biasa saja?

Itu karena Brainstorming yang kita lakukan belum bisa menyelesaikan permasalahan yang sebenarnya.

Osborn mengembangkan proses untuk mencapai hal tersebut yang dinamakan Creative Problem Solving atau CPS (Penyelesaian Masalah Kreatif). Ada bebearap tahap berkaitan dengan CPS :

  1. Menjelaskan – Menjelaskan disini berarti kita meng-explore visi dari ide atau tujuan yang ingin dicapai, dengan cara kita mengumpukan data-data yang berkaitan dengan tantangan atau harapan kita kedepannya, untuk pemahaman yang lebih baik  serta membuat sesi tanya jawab sehingga terciptanya solusi.
  2. Membentuk pengertian – Menjelajah ide melalui proses Brainstorming.
  3. Mengembangkan – mengumpulkan Solusi hasil dari sesi Tanya jawab dan kemudian memilih solusi yang terbaik.
  4. Menerapkan – selanjutnya kita tinggal menerapkan solusi terbaik tersebut dengan membuat sebuah planning.

Seiring berjalannya waktu, banyak Foundation yang sudah membuat prinsip, jadi bukan hanya Osborn saja yang membuat prinsip tersebut. Tapi disini yang dibahas teori dari Alex Osborn aja ya Sob. Cek lengkapnya disini.

ilustrasi oleh : Rizal Nur Ramadhany
ilustrasi oleh : Rizal Nur Ramadhany


Bagaimana Brainstorming dilakukan ?

Jika bisa diibaratkan, Brainstorming itu seperti desain yang simple elegant, pokoknya yang kekinian banget Sob, karena Brainstorming sendiri prosesnya sangat sederhana, tapi awas Sob, dalam melakukan Brainstorming amat sangat diperkukan pengalaman dalam Brainstorming itu sendiri, serta harus hati-hati agar terciptanya hasil yang optimal.

Jika Sobat seorang Freelancer desainer grafis bisa melakukan Braingstorming kapan dan dimanapun.

Bagaimana dengan kelompok ?

Sebenarnya sama aja Sob, karena ada banyak langkah Brainstorming,  diantaranya :

Rencanakan Sesi Brainstorming

  • Jangan gunakan pertanyaan yang nyeleneh, dalam hal ini kurang baik. Contohnya “Apa yang jelek dari desain ini sih?” gunakan pertanyaan yang lebih baik, contohnya “Apa yang bisa kita kembangkan dari desain ini?
  • Harus pilih-pilih orang untuk diajak berkelompok melakukan Brainstorming bareng. Ini diselaraskan dengan project apa yang dibuat, bagaimana kelanjutannya jika ada project baru.
  • Tentukan waktu dan tempat buat Brainstorming, disaranin yang menunya murah plus ada free wifi.

 

  • Pilih fasilitator yang berpengalaman, yang memiliki kemampuan untuk merumuskan pertanyaan, mengelola kepribadian, mencatat ide, mendukung proses evaluasi, dan membuat sebuah rencana tidakan yang layak dan sesuai dengan input kelompok.
  • Rencanakan proses Brainstorming, sehingga jadwalnya jelas. Jangan lupa buat siapin konsumsi, transportasi, pokoknya instan kaya jaman sekarang.

 

Pilih prosesnya

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kalau Brainstorming itu sangat sederhana dan mudah, mengajukan pertanyaan lalu dijawab sehingga menghasilkan solusi. Namun akan lebih baik dan efektif jika ada prosedurnya Sob, seperti :

  • Brainwriting – Proses brainstorming ini mengijinkan anggota kelompok untuk menuliskan, membagikan, dan mengomentari ide anggota lainnya tanpa diminta untuk berdiri atau berbicara. Ketika individu tertentu cenderung mendominasi kelompok (atau memilih untuk tidak terlibat di dalam kelompok) pendekatan ini mungkin berguna.
  • Role Storming – Merupakan proses sangat kreatif yang melibatkan anggota kelompok dalam tindakan improvisasi berdasarkan peran yang mereka pilih atau ditunjuk. Peran ini dapat berubah dari realistis (misalnya sebagai pelanggan yang marah) hingga yang fantastis (Superman, atau Jin Aladdin).
  • Brainstorming Terbalik – Pendekatan brainstorming ini meminta anggota kelompok untuk mencari ide yang tepat berkebalikan dengan apa yang diajukan. Sebagai contoh, alih-alih bertanya “bagaimana kita dapat menarik lebih banyak pengguna aplikasi“, fasilitator mungkin bertanya “bagaimana kita dapat memastikan sesedikit mungkin orang yang menggunakan aplikasi kita?” Pendekatan ini berguna untuk situasi dimana kreatifitas tampaknya mengering; itu seringkali menghasilkan respon yang lucu namun penuh makna yang membimbing pada solusi yang positif dan berguna.
  • Round Robin Brainstorming – Melibatkan fasilitator untuk bertanya kepada tiap individu, sesuai urutan, terhadap ide mereka. Ini membuatnya lebih sulit untuk tiap anggota kelompok untuk mendominasi diskusi atau “menghilang” ke dalam background.

Persiapkan aturan Dasarnya

Biasanya dimulai dengan pengenalan, proses, aturan dasar, jadwal, dan detail kritikal lainnya (seperti apa password hotspotnya).

Jika kita sebagai fasilitator mulailah dengan mencarikan es batu (suasana) sehingga terciptanya suatu ritme, dan menghasilkan hubungan antara pelaku Brainstorming lainnya.

Menerapkan Proses

Bisa disimpukan bahwa Brainstorming adalah proses yang memerlukan bimbingan atau arahan dari seorang facilitator. Fasilitator yang menyajikan pertanyaan dan meminta respon. Atau istilah kerennya Leader Clan. Selain hal tersebut facilitator juga bertugas mengatur agar Brainstorming harus ada kritik yang masuk dan penilaiannya Sob, bila perlu ditulis dalam catatan atau papan tulis.

Menyimpukan Hasil Proses Brainstorming

Jika sudah dirasa cukup ide yang dihasilkan, kita tinggal memilik mana yang dirasa paling bermanfaat.

Dan jika sudah ditentukan ide mana yang akan didalami dengan sebuah timeline.

Hasilnya adalah timeline yang jelas dan bisa ditindak lanjuti dalam rapat selanjutnya.

ilustrasi oleh : Rizal Nur Ramadhany
ilustrasi oleh : Rizal Nur Ramadhany

Rahasia Brainstorming berkerja Sangat Baik

Berdasarkan Creative Education Foundation milik Osborn, rahasia ini terletak pada memisahkan pemikiran kritis dari pemikiran kreatif. “Ini berarti menghasilkan lebih banyak pilihan sebelum kamu mempertimbangkan untuk mengevaluasinya”.

ilustrasi oleh : Rizal Nur Ramadhany
ilustrasi oleh : Rizal Nur Ramadhany

Brainstorming Hanya Bagian Dari Proses Yang Besar?

Bisa disimpulkan kalau Brainstorming adalah sebuah jembatan yang menghubungkan antara Desa dengan Metropolitan. Dari sudut pandang Osborn, tujuan brainstorming bukanlah hanya menghasilkan ide. Itu adalah momen dimana pikiran menghakimi terpisah dari imajinasi—dan imajinasi diijinkan untuk bergerak bebas.

Nah, yang ini definisi dari Brainstorming Sob,

Brainstorming secara definisi adalah bagian dari proses kreatif yang lebih besar. Gunakan itu untuk menghasilkan ide secara sendiri atau sebagai sebuah kelompok. Pastikan untuk menetapkan target pada masalah yang jelas, mengikuti beberapa aturan dasar untuk menjaga kelompok tetap dalam jalurnya, dan pastikan untuk memproses ide pada saat penyelesaiannnya. Dengan cara itu, kamu dapat mengambil tindakan pada kebanyakan ide inovatif dan relevan yang kamu pikirkan.

Pentingkah Brainstorming Bagi Pelaku Industri Kreatif (Desainer grafis?)

Disini kita menyimpulkan bahwa Brainstorming bagi desainer grafis itu :

  • menggunakan sistem kreatifitas dimana pelaku industri kreatif sangat berpengaruh dalamperkembangan dunia bisnis untuk era sekarang
  • Kualitas kepemimpinan tergantung pada kekuatas kreatif, lagi lagi disini desainer berperan penting

Maju Melebihi Definisi Diatas Dan Mulailah.

 

Jadi gimana menurut Sobat ? Sobat sendiri yang menyimpulkan.

Mungkin cukup sekian dulu, terimakasih sudah membaca artikel ini.

Semoga bermanfaat dikemudian hari.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Dilansir dari Lisa Jo Rudy 

Ditulis ulang oleh Rizal Nur Ramadhany