Dasar desain grafis

Mengenal Dasar Dunia Desain Grafis (Bag 1)

Mengenal tentang Desain Grafis sama halnya mengetahui tentang ilmu pengolahan visual atau gambar. Tidak ada yang bisa memastikan dimulai dari mana dan kapan Desain Grafis berawal. Sebagian para penggiat keilmuan desain grafis memiliki latar belakang dan pengetahuan sejarah yang beragam. Bahkan sebagian lain tidak terlalu merisaukan dari mana Desain Grafis berasal.

Seperti disiplin ilmu lainnya yang memiliki sejarah pasti, Desain Grafis berkembang seiring pertumbuhan zaman dan selalu berubah-ubah mengikuti tren yang berlaku. Sebab ruang lingkup Desain Grafis itu pun sangat luas, fleksibel dan tidak ada batas. Setiap orang mempunyai pemahaman masing-masing tentang dunia Desain Grafis. Yang intinya mempunyai maksud dan tujuan yang sama yaitu menyajikan hasil karya dalam bentuk visual. Jadi setiap individu bebas saja mendefinisikan Desain Grafis sejauh pengalamannya…

Secara makna Desain Grafis (yang selanjutnya akan saya singkat menjadi DG) memiliki cakupan yang sangat luas tentang disiplin ilmu pengolahan visual dan berbagai elemen lainnya seperti foto, huruf atau font dan elemen lainnya, yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan karya dalam bentuk visulalisasi untuk tujuan tertentu. Pada awalnya DG merupakan ilmu yang beranjak dari sebuah seni murni yang dibuat dalam bentuk visual diatas media datar seperti kertas, kanvas, batu, dinding dan media lainnya dengan tujuan non profit. Tapi seiring kebutuhan akan keindahan visual dan efek industrialisasi, seni murni visual tersebut menjadi sebuah disiplin ilmu baru yang dikembangkan secara akademis untuk memenuhi kebutuhan industri atau bisnis. Yang pada akhirnya istilah Desain Grafis (Graphic Design) muncul dikarenakan tujuan bisnis itu sendiri. Sehingga berkembanglah sampai sekarang ini penerapan Desain Grafis yang hampir kita bisa temui di segala aspek kehidupan.

Dalam mempelajarinya mungkin tidak banyak orang tahu tentang makna dan filosofi dari arti DG itu sendiri, melainkan lebih senang untuk langsung menerapkannya. Karna dalam dunia kerja khususnya di negara berkembang seperti Indonesia pada umumnya orang yang bisa mengoperasikan software-software DG lebih banyak dibutuhkan ketimbang orang yang tahu apa itu filosofi dan pengembangan ide dalam dunia DG, sedangkan negara maju justru sebaliknya. Dalam dunia DG pun memiliki jenjang profesionalisme. Tingkatan profesionalisme DG dibagi dari 2 segi yaitu konsep/ide dan penerapan. Tentunya konsep/ide yang bagus dan tepat lebih dihargai ketimbang bentuk penerapannya. Jadi tinggal pilih posisi mana yang akan digeluti, tentunya yang lebih dihargai bukan…

Dari pada panjang lebar ngomongin apa itu DG, lebih baik langsung saja kita bahas apa saja yang menjadi point-point penting untuk menguasai Ilmu DG dari beberapa aspek. Dalam kesempatan ini saya akan menyoba menyederhanakan pembahasan DG hanya menjadi 2 aspek, yaitu:

1.   ASPEK TEKNIS (OPERASIONAL & MANAGEMENT)

Aspek yang berkaitan dengan hal-hal teknis dalam penguasaan DG di antaranya, penguasaan perangkat-perangkat komputer grafis, software maupun hardware dan penguasaan managemen grafika yang kita akan bahas lebih dalam di point Aspek Teknis.

  1. ASPEK NON TEKNIS (KONSEP IDE & NILAI ARTI)

Aspek yang berkaitan dengan pengambangan konsep ide DG, nilai-nilai dan arti yang terkandung dalam setiap karya DG, dan juga estetika dalam penggunaan setiap komponen dalam DG. Selanjutnya akan kita bahas secara detail dalam point Aspek Non Teknis.

Bersambung ke bagian 2…

Mengenal Dasar Dunia Desain Grafis (Bag 2)
ASPEK TEKNIS
Perkembangan Desain Grafis modern seperti sekarang ini amatlah bergantung kepada perangkat teknis yang menunjang dalam penerapan dan eksplorasi sebuah karya DG. Sehingga banyak bermunculan perangkat pengolah grafis digital yang mudah dalam operasional dan tinggi tingkat eksplorasinya, yang kita sebut sekarang ini Komputer grafis. Komputer grafis masuk dalam ranah operasional yang sangat mendasar sekali sebagai bekal seorang desainer Grafis dalam kerja profesionalnya. Sedangkan tak cukup dalam operasional DG juga memerlukan managemen sebagai rangkaian kesatuan dalam proses terwujudnya sebuah karya DG. Selanjutnya kita bahas apa itu Operasional dan managemen dalam dunia DG.

Operasional DG

Alat atau perangkat yang biasa digunakan seorang Desainer Grafis pada saat sekarang ini adalah komputer yang memiliki kemampuan khusus untuk mengolah berbagai materi & komponen desain. Spesifikasi komputer yang khusus sangat penting untuk menghasilkan hasil karya yang baik pula. Berikut perangkat komputer yang dapat dibagi dalam 2 kategori:

  1. Hardware

Perangkat keras komputer yang biasa digunakan dalam praktek profesional seorang desainer grafis adalah satu set PC minimum Pentium 4, memori yang dapat memproses data dengan cepat, kemampuan VGA (video graphic adapter) yang baik, layar monitor yang baik mendekati warna cetak (CMYK), dan perangkat tambahan lainnya seperti, Scaner & Printer.

  1. Software

Software atau program pengolah grafis amat banyak pilihannya ada yang berbayar ada pula yang free, sedangkan biasanya pemilihan software pengolah grafis disesuaikan dengan tren yang sedang berlaku. Berikut Software pengolah grafis yang umumnya digunakan pada saat ini dengan spesifikasi khususnya.

Photoshop: sebagai pengolah grafis berbasis bitmap atau satuan pixel. Biasanya untuk mengolah gambar foto dan explorasi efek visual.
Illustrator / CorelDraw: pengolah grafis berbasis vektor atau satuan garis. Biasanya untuk pembuatan logo, clipart dan popart.
Flash / Swish: untuk pembuatan grafis motion berbasis vector. Biasanya untuk membuat animasi kartun, game ringan dan iklan multimedia.
Aftereffect: Pembuatan motion grafis berbasis bitmap dengan explorasi real effect. Biasanya untuk pembuatan motion grafis untuk kebutuhan TV atau video.

Masih banyak software pengolah grafis lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Tinggal kembali kepada usernya, software apa yang akan dipilih sesuai dengan karakteristik dan kenyamanan pribadi.
Managemen DG

Seorang Desainer Grafis harus memiliki pengetahuan dasar alur kerja profesi DG dari awal sampai akhir, agar menghasilkan karya sesuai yang diharapkan. Contoh pengetahuan dalam menagemen DG diantaranya: pemilihan bahan, ukuran, komposisi warna, pilihan finishing dan faktor produksi lainnya.

Bersambung .

sumber; ferdigi.com