Bagaimana memulai membangun portofolio desain Anda

Kiat pertama untuk memulai membangun portofolio setelah lulus belajar desain grafis baik pendidikan secara formal dalam dunia universitas (DKV) Desain Komunikasi Visual ataupun kursus desain grafis dan juga Anda yang secara otodidak belajar desain grafis.

Lulus dari sekolah desain dan mencoba melamar pekerjaan, ini bisa menjadi salah satu momen paling menyebalkan. Anda memerlukan portofolio desain untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, tapi Anda belum pernah memiliki pengalaman pekerjaan di bidang desain sebelumnya, jadi apa yang akan Anda lakukan?

Khawatir banyak hal yang tidak dapat Anda lakukan untuk memaksimalkan kualitas portofolio/hasil desain Anda. Kiat dibawah ini tidak hanya berlaku bagi lulusan baru.

Jika Anda bisa melakukan penyegaran hasil karya desain yg Anda miliki, namun Anda belum pernah mengerjakan sebuah proyek yang tepat maka cobalah dengan beberapa gagasan berikut ini.

Bekerja/buat dengan merek/brand Anda sendiri.

Merek/brand pribadi adalah kesempatan Anda untuk memberikan kesan baik.
Ini bukan hanya portofolio biasa yang akan mengesankan klien, namun bagaimana Anda menampilkan diri kepada klien dalam sebuah sebuah persembahan hasil kerja terbaik Anda.

Memiliki identitas merek/brand yang solid sebagai desain grafis freelance juga akan membantu Anda tampak jauh lebih profesional.

Jadi, mengapa tidak memulai dari mendesain logo, beberapa kartu nama, dan situs web untuk menampilkan karya Anda. Ambil pengalaman dari para desainer grafis yang berpengalaman dan maksimalkan waktu Anda untuk pekerjaan dari klien guna mengembangkan citra perusahaan/brand Anda.

Membantu brand bisnis lokal sekitar Anda.

Lihat dengan dekat tempat tinggal Anda maka akan mudah menemukan klien pertama tersebut. Entah itu lembaga amal lokal, perusahaan milik teman atau anggota keluarga.

Anda selalu dapat melakukan langkah pertama dan memberikan layanan secaara sukarela. Jika Anda memperhatikan bahwa desain menu kafe favorit Anda bisa menjadi lebih baik, mengapa tidak menyarankannya kepada pemiliknya?
Jika Anda memilih untuk tidak bekerja dengan sukarela, maka pastikan Anda mengenakan biaya untuk pekerjaan tersebut.

Buat proyek impian Anda.

Atur sendiri dan sesuaikan jenis pekerjaan yang ingin Anda lakukan.
Klien ingin melihat seberapa baik Anda bekerja secara efesien dan hasil desain sesuai kebutuhan mereka.

Tidak ada aturan mengatakan bahwa sebuah portofolio harus dari proyek nyata. Jika Anda tidak memiliki contoh untuk dipamerkan dar keahlian terbaik Anda, mengapa tidak membuat sendiri?

Keuntungan dari jenis proyek ini (proyek impian) adalah Anda dapat membayangkan pekerjaan dg sempurna dan menggambarkan klien ideal menurut Anda.

Bagaimana jenis desain yang mereka butuhkan?, Anda mampu membuat portofolio lebih menarik bagi klien tersebut.

Pastikan Anda menunjukkan bahwa itu adalah proyek pribadi di situs portofolio Anda

Mengikuti kompetisi desain

Sebuah penghargaan mampu memberi Anda akreditasi/penilaian yang diakui secara umum.
Rekomendasi dari pihak ketiga selalu lebih baik dan meyakinkan dari pada promosi tersendiri yg Anda lakukan.

Memenangkan sebuah kompetisi/perlombaan akan dapat membuktikan bahwa Anda telah menghasilkan karya desain dan dinilai dari pihak yang tidak memihak.

Ada banyak kompetisi desain yang diakui di luar sana yang akan meningkatkan citra baik bagi Anda sebagai pekerjaan desain grafis profesional.

 

Sumber: media internet