7 Pernyataan Umum yang Dikatakan Client pada Desainer Grafis

0
292

Dalam perjalan karir anda sebagai seorang desainer, Anda akan berhubungan dengan banyak klien yang potensial. Karena itulah Anda harus mempunyai banyak kecakapan untuk dapat menyesuaikan dengan setiap keadaan dan semua jenis klien secara tepat. Ada kalanya dan kadang kadang, Anda menemui klien yang ‘bertingkah’. Sangat jarang Anda bertemu dengan klien yang cukup dewasa untuk tidak bertanya dengan pertanyaan yang konyol bahkan tidak masuk akal. Jadi, untuk berjaga-jaga menghadapi apa yang mungkin akan terjadi, saya akan membuat sejumlah daftar apa saja yang sering ditanyakan oleh klien yang mungkin Anda sudah mengetahuinya dan bahkan sudah mengerjakannya tanpa anda ketahui.

1. Saya tidak tahu apa yang saya inginkan, tapi bukan desain yang ini
Mungkin Anda akan terkejut mendengar kata-kata itu, bagaimana tidak, sudah jelas sebagai desainer akan membuat serangkaian proses desain dengan presentasi yang memadai. Artinya, desainer dan klien sudah sama-sama tahu seperti apa nantinya yang akan dihasilkan. Seiring berjalannya waktu dan desain terselesaikan. Anda menyuguhkan hasil desain dengan pilihan yang disetujui, namun pada akhirnya klien berkata ‘loh kok seperti ini hasilnya ya?’ Padahal Anda sudah menyesuaikan dengan apa yang ditugaskan oleh klien tersebut.

Sebenarnya ini adalah kesalahan pada proses presentasinya. Anda kurang mengerti apa yang diinginkan klien atau kesalahan pada klien itu sendiri dengan menyerahkan segala sesuatunya pada desainer, namun kesalahan fatalnya adalah Anda terlalu percaya diri dengan apa yang dibutuhkan oleh klien. Pahamilah tugas anda sebagai desainer sekaligus tentukan apa yang boleh dan apa yang tidak bagi klien, pahamkan klien dengan situasi Anda. Jika ada yang kurang dimengerti tanyakan hal tersebut, dengan selalu berkomunikasi dengan klien maka Anda akan mendapatkan hasil yang terbaik.

2. Saya menginginkan Desain yang terbaik, tapi budgetnya hanya sekian yang bisa saya usahakan
Mungkin hal inilah yang paling sering Anda dengar nantinya dari klien Anda. Setiap orang selalu menginginkan hasil yang terbaik namum tidak pernah membayangkan untuk membayarnya seharga dengan nilai tersebut. Sementara keputusan untuk menurunkan harga desain ada pada Anda sebagai desainer, namun jika Anda percaya diri dengan kemampuan Anda sendiri, Jangan Berkompromi. Buatlah mereka mengerti bahwa semuanya datang dan berawal dari uang. Jelaskan tentang apa yang anda lakukan seperti waktu, tenaga, usaha, penelitian -untuk memastikan bahwa Anda memang layak dihargai sesuai dengan apa yang anda lakukan.

Desain yang baik membutuhkan waktu dan tenaga lebih, sehingga desainer sudah selayaknya mendapatkan haknya atas pekerjaan yang dilakukan. Desainer akan berharap bahwa semua klien dapat memahami hal ini.

Mereka menginginkan harga murah untuk menghemat biaya, lantas kita sendiri mengeluarkan banyak anggaran untuk membuat meskipun satu desain. Apalagi kalau yang pesan desain itu teman atau kerabat, tambah semakin sungkan saja. Tapi ingat, bisnis adalah bisnis. Asalkan anda tidak merasa rugi, bisa saja Anda menurunkan harga. Perlu anda lihat rumus harga desain untuk menentukan harga yang tepat untuk klien anda.

3. Saya menginginkan Anda mendesain hampir sama dengan yang ini
Berkali-kali klien datang dengan sebuah pandangan desain yang terpahat erat di pikiran mereka (mungkin dari kompetitor) dan meminta Anda untuk membuat desain yang sepadan dengan itu atau malah untuk dapat diperbandingkan. Permasalahan akan muncul ketika anda menyodorkan hasil desain yang anda buat dengan pola yang sama dan klien memulai untuk membandingkan hasil kerja Anda dengan contoh inspirasi desain yang diajukan oleh klien. Salah bila klien menilai atau menunjuk dari apa yang bukan dari hasil olah kemampuan desain Anda, melainkan kesalahannya adalah pada desainnya yaitu klien mengiinginkan Anda untuk meniru dari desain seseorang.

Pandulah klien Anda, ada etika dalam desain yang menyebutkan bahwa meniru bukanlah cara yang terbaik untuk mendapatkan sesuatu. Yakinkan klien Anda untuk menjadi unik dan berbeda dengan kompetitor. Mungkin nanti akan saya bahas lebih detail mengenai hai ini pada branding (doakan ada waktu ya…).

4. Apakah ini konsep Anda sendiri?
Bagaimanapun ini terdengar seperti serangan lisan bagi desainer grafis, tetapi siapkan diri Anda untuk menghadapi segala kemungkinan yang ada dari klien Anda. Desainer grafis sudah seharusnya untuk tidak merasa terluka dengan kata-kata ini karena pertanyaan ini adalah hak klien untuk mengetahui bahwa hasil desain yang dihasilkan adalah hasil original buatan Anda bukan dari hasil copy paste atau plagiat. Ada satu pendekatan sederhana yang mungkin bisa Anda lakukan sebagai desainer untuk menghindari permasalahan yang akan timbul dari pertanyaan ini, buat serangkaian catatan tiap proses desain dan setiap langkah desain yang Anda lakukan sebagai pernyataan bahwa Anda terlibat dalam pembuatan desain permintaan klien.

Sebagai contoh ketika anda bekerja dengan photoshop, maka simpanlah file psd sebagai bukti bahwa Anda benar-benar terlibat dalam mengerjakan desain itu sendiri.

5. Loh kok…? Tidak seperti yang anda tunjukkan disana
Ini adalah keluhan yang umum dari klien ketika Anda menyodorkan hasil akhir dari desain yang mereka minta. Ketika klien membuka hasil desain Anda pada layar komputer mereka, mungkin akan terlihat benar-benar berbeda, sehingga mereka berargumen bahwa desainnya tidak sesuai dengan apa yang Anda tunjukkan pada mereka sebelumnya. Sebenarnya apa yang terjadi adalah setingan atau pengaturan monitor Anda dengan klien mungkin berbeda. Hal ini terjadi sejak adanya perbedaan pengaturan screen settings pada setiap layar LCD, hasilnya mungkin akan bermacam-macam. Karena hal itulah lebih baik untuk menunjukkan hasil desain Anda berupa hard copy dengan informasi printing yang besangkutan.

6. Saya berubah pikiran… Saya tidak membutuhkan desain lagi.
Ini adalah hal yang paling menakutkan (dan pernah saya alami sendiri) bagi seorang desainer grafis. Bayangkan anda sudah berkeringat, banting tulang berhari-hari, siang dan malam untuk membangun proyek desain yang sudah ditugaskan kepada Anda dan ditengah-tengah perjalanannya atau pada akhir pembuatan proyek desain, klien datang ke tempat Anda dan berkata ‘Saya sudah tidak membutuhkan desain Anda, terima kasih’. Apakah Anda berpikir ucapan ‘terima kasih’ mereka sudah cukup sebagai kompensasi atau ganti rugi material perancangan desain Anda yang tiada akhir itu? Memang klien menjadi cukup kreatif untuk merekayasa alasan agar mereka tidak membayar Anda.

Itulah sebabnya Anda perlu melindungi diri dengan adanya suatu kontrak, untuk berjaga-jaga jika klien Anda memutuskan perjanjian di tengah-tengah perancangan desain. Tegaskan terlebih dulu bahwa mereka akan ditagih sesuai dengan jumlah harga yang dijanjikan ketika Anda selesai mengerjakan sebuah proyek desain. Tanpa menghiraukan sejauh mana proyek desain terselesaikan, Anda harus mendapatkan ganti rugi sepantasnya atau sebesar apa yang Anda lakukan sebagai desainer grafis. Perjanjian adalah hal mutlak untuk dipenuhi, maka dari itu Anda perlu untuk mempertimbangkan perlunya suatu kontrak / deal.

7. Bagaimana jika saya membayar Anda lebih dan akhirnya saya tidak suka dengan hasil desain Anda?
Ini adalah pertanyaan paling tidak masuk akal dari sekian pertanyaan yang mungkin muncul dari klien Anda. Meskipun, calon klien anda tersebut sudah melakukan serangkaian analisa dan pengujian seksama terhadap portofolio Anda dan menyatakan bahwa mereka puas dengan kemampuan desain yang anda miliki namun masih saja ragu. Ingat, klien Anda lah yang memilih Anda untuk mengerjakan proyek desain mereka, memang itulah tugasnya sebagai seorang ‘klien’.

Buatlah potofolio atau semacamnya terlebih dulu, atau mungkin kerjakan saja apa yang diinginkan klien tersebut (sebagai contoh atau impresi bahwa Anda bisa mengerjakannya dengan baik). Untuk menghindari kekacauan ini, buatlah perencanaan pembayaran awal dengan klien Anda sehingga uang yang akan anda hasilkan tidak dirampas di tengah-tengah proses desain.

Dari kesekian daftar pernyataan klien ini ada bagian yang cukup perlu menjadi bahan pertimbangan yaitu untuk mengedukasi dan mengarahkan klien. Dan jika presentasi Anda menyuguhkan potensi kesempatan membesarkan profit bagi klien, biasanya klien akan menuruti apa yang Anda inginkan. Janganlah Anda berpikir bahwa klien adalah seorang yang bodoh tidak tahu apa-apa, mungkin merka hanya tidak tahu dengan apa yang Anda lakukan. Dan pastikan untuk memahamkan kepada klien tentang ‘peraturan’ Anda sebagai desainer.

Sumber: http://www.ahlidesain.com

Leave a Reply