6 Tips Desain Logo yang Jitu

Kalau anda perhatikan, banyak sekali contest desain yang diselenggarakan di Sribu.com merupakan contest desain logo. Memang, Sribu selalu kebanjiran permintaan akan design logo yang atraktif namun sarat makna. Dan, tentu saja, hanya kreativitas anda yang bisa mewujudkannya.

Namun, ada juga lho sebagian yang merasa bingung, tak tahu harus membuat apa, mulai dari mana, ketika diminta membuat desain logo. Buktinya, setiap hari Sribu selalu menerima pertanyaan seputar tips dan trik mendesain logo yang baik.

Akhirnya, setelah Sribu cari dan ulik dari berbagai sumber, akhirnya Sribu temukan juga tips-tips jitu merancang logo yang baik. Simak ya…

Tak bisa dipungkiri, desainl logo telah menjadi salah satu area desain yang paling penting dan paling berharga. Desain logo yang berkualitas, dipadankan dengan pencitraan yang baik dari sebuah perusahaan atau instansi akan menciptakan daya tarik yang sangat besar di tengah persaingan industri yang kian memanas saat ini.

Tentu saja, kata kunci yang harus digaris-bawahi di sini adalah “kualitas”, karena kalau sekedar desain logo yang asal-asalan saja sudah tentu tidak akan berpengaruh banyak, bahkan bukan tidak mungkin justru akan merusak image perusahaan. Oleh karena itu, sebelum anda mulai merancang sebuah logo, coba deh perhatikan tips desain logo sederhana berikut ini.

  1. Matangkan konsep
    Dalam mendesain logo, hal paling pertama dan terutama yang harus anda asah adalah konsep. Cari atau bentuklah konsep yang paling menggambarkan identitas perusahaan dengan sempurna – atau, setidaknya paling mendekati kesempurnaan.

Jangan bosan bertukar pikiran sampai diperoleh konsep dan logo yang sempurna. Atau, anda bisa mengamati logo dan desain yang diterapkan para kompetitor, atau bisa juga memasukkan kata kunci yang diinginkan ke kolom pencari Google Image.

Jangan lupa, selalu catat ide dan inspirasi sekecil apapun. Jangan sampai ide brilian yang tercetus di pikiran hilang begitu saja, karena lupa dicatat. Yang rugi nanti anda sendiri, lho…

  1. Buat sket kasar

  2. Salah satu kesalahan fatal yang dilakukan para desainer saat mendesain logo adalah, langsung mengaplikasikan ide yang mereka miliki ke dalam program design di komputer. Sebaiknya, anda mencontoh perusahaan-perusahaan design terkemuka yang membuat lusinan sketsa kasar di atas kertas, barulah setelahnya menuangkan sketsa tersebut ke dalam komputer.

Percaya deh, anggapan yang mengatakan bahwa membuat sketsa hanya buang-buang waktu saja itu salah besar. Sebaliknya, anda bisa menghasilkan banyak konsep, dan menentukan variasi mana yang paling tepat dalam hitungan menit saja – jika anda menuangkan idenya dulu ke atas kertas. Jadi, ayo ambil pensil warna dan kertas gambar sekarang juga, dan biarkan kreativitas serta kemahiran tanganmu menggiringmu menuju logo yang sempurna.

  1. Pahami keinginan klien
    Ingatlah, anda mendesain logo ini untuk klien. Jadi, pastikan keinginan dan kepuasan klien berada di peringkat pertama, bahkan di atas keinginan dan kepuasan anda sendiri. Pergunakan waktu rapat dengan klien dengan sebaik-baiknya. Cari tahu konsep logo seperti apa yang mereka inginkan, akan diaplikasikan di medium mana saja logonya nanti, dan sebagainya. Informasi-informasi ini akan sangat membantu anda dalam merumuskan desain logo yang paling tepat.

 

  1. Selalu pilih vector
    Jika selama ini anda terbiasa mendesain dengan menggunakan Adobe Photoshop, khusus untuk mendesain logo, cobalah anda belajar menggunakan Adobe Illustrator. Mengapa? Sebab, Adobe Illustrator memiliki format vector yang menjadikan desain logomu dapat diperbesar maupun diperkecil tanpa merusak kualitasnya.

Selain itu, dengan mempelajari dan menguasai Adobe Illustrator, resume anda juga akan terlihat lebih ‘kinclong’, dan kualitas anda sebagai seorang desainer akan semakin diakui, kan? Win-win solution.

 

  1. KISS = Keep It Simple!
    Coba deh anda perhatikan logo-logo terkenal seperti Apple, Nike, Adidas ataupun Coca Cola. Tentunya, anda akan langsung menyadari betapa sederhananya, namun betapa melekatnya logo-logo tersebut di kepala, bukan? Di tengah persaingan industri yang semakin menggila saat ini, di mana setiap perusahaan memiliki logonya masing-masing, akan sangat masuk akal jika desain logo dibuat dengan sesederhana mungkin – namun dengan makna yang mendalam. Pastinya, akan lebih mudah diingat dan tampak mencuat di antara kompetitor.

 

 

  1. Uji kelayakan
    Memangnya hanya kendaraan saja yang perlu diuji kelayakannya? Logo pun perlu diuji lho.

Pertama-tama, uji ukuran. Desain logo yang baik harus tetap dapat mencerminkan identitas perusahaan, baik dalam ukuran yang sangat kecil (16×16 px) maupun dalam ukuran yang sangat besar, seperti pada banner atau billboard. Yang terpenting, kualitas gambarnya jangan sampai rusak. Itulah sebabnya, sangat dianjurkan desain logo dibuat dalam bentuk vector.

Kedua, uji warna. Desain logo yang baik sebaiknya tidak memiliki banyak warna. Bukan apa-apa, namun coba anda bayangkan jika logo tersebut secara hitam-putih, atau di atas kertas berwarna. Kalau pembeda utama logo tersebut semata-mata dari warnanya saja, maka akan sangat sulit untuk mengenali logo tersebut sekarang, kan?

Yang terakhir, uji padanan. Logo sangat jarang berdiri sendiri. Biasanya, logo akan “ditemani” oleh tagline atau nama perusahaan. Jadi, coba anda tes, bagaimana rupa desain logo apabila dipadankan dengan tagline perusahaan. Samakan sisi kiri dan kanan tagline dengan ukuran logo, dan cobalah bereksperimen dengan ukuran font atau kata-katanya.

Nah, sekarang sudah semakin pede dong untuk mendesain logo? Sribu tunggu karya desain logo terbaikmu ya.

 

http://blog.sribu.com/6-tips-desain-logo/